GBP/USD Terlihat Lebih Lemah Dari Sebelumnya Jelang IMP Jasa Inggris
Sterling menempati urutan terakhir dalam daftar mata uang anti-risiko dan dapat terpukul jika perang dagang meninggi mengingat defisit neraca berjalan Inggris yang besar, masalah politik dalam negeri, dan ketidakpastian Brexit.
Pada hari Jumat, pidato Perdana Menteri May datar di Brussel dan dilaporkan bahwa proposal UE, besok, kemungkinan juga sesamar mungkin untuk memberi tekanan kembali kepada PM Inggris untuk menjelaskan apa yang diinginkan negaranya.
Lebih lanjut, set-up teknis lebih menguntungkan sisi bawah pasangan ini.
- Grafik harian menunjukkan pola falling tops. Juga, pasangan ini menutup Rabu lalu di bawah garis tren naik (diambil dari terendah 13 Nov dan terendah 26 Des) dan moving average (MA) 50-hari.
- MA 5-hari dan MA 10-hari memiliki bias bearish (miring ke bawah).
- Juga, relative strength index (RSI) lebih mendukung bears.
Jadi, cukup jelas pasangan GBP/USD berada dalam posisi yang tidak menguntungkan menjelang rilis IMP Jasa Inggris. Data yang dijadwalkan rilis pada pukul 09:30 GMT diperkirakan akan menunjukkan laju ekspansi di sektor jasa sedikit membaik pada bulan Februari.
Angka di atas perkiraan (53,5) dapat memperkuat Pound Inggris, meskipun kenaikan bisa sementara jika ekuitas tetap dalam mode penghindaran risiko. Di sisi lain, angka yang lebih lemah dari perkiraan akan memungkinkan sell-off Pound yang lebih dalam.
Level-Level Teknis GBP/USD
Spot diperdagangkan di sekitar 1,3790 di Asia. Penembusan di bawah 1,3765 (terendah 9 Feb) akan membuka sisi bawah menuju 1,3712 (terendah 1 Mar) dan 1,37 (level psikologis). Di sisi yang lebih tinggi, penutupan harian di atas MA 50-hari di 1,3839 akan memungkinkan reli yang lebih kuat ke 1,3892 (MA 50 di grafik 4 jam) dan 1,3921 (MA 100 di grafik 4 jam).